Negeri syam...negeri para'' mujahid''
NEGERI SYAM,.NEGERI PARA MUJAHID..
Saudaraku Rakyat Syam. Kalian harus menyatukan barisan untuk meraih kemenangan. Kalian sekarang hidup dan tinggal di bumi yang penuh berkah, bumi tempat tumbuhnya dua macam tetumbuhan yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an, surah at-Tiin, 95: 1-3
Demi buah tin dan zaitun.
Demi bukit Thursina.
Demi kota Makkah yang aman.
Pohon Tiin dan Zaitun masih tumbuh di bumi kalian hingga hari ini. Barangkali akan terus tumbuh sampai hari kiamat. Akan tetapi, kondisi aman ternyata hari ini tidak ada lagi di negeri kalian.
Kita patut bertanya, mengapa kondisi aman hilang dari negeri ini? Bagaimanakah cara mengembalikan kondisi aman di negeri yang penuh berkah ini? Siapakah yang sanggup mengembalikan kondisi aman agar kalian dapat hidup aman dan nyaman serta penuh kasih saying. Bukan penuh rasa takut, galau, penuh bahaya, fitnah dan bencana-bencana lain yang hari ini kalian hadapi?
Jawaban atas semua pertanyaan ini terdapat pada ayat berikutnya:
“Kemudian Kami turunkan martabat manusia ke tingkat yang paling rendah.” [At-Tiin, 95: 5]
Ayat sebelumnya menyebutkan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan baik sejak zaman Adam sampai hari kiamat dengan istilah ahsanu taqwim. Apa makna ahsanu taqwim? Apakah bermakna tubuhnya yang bagus, atau rupanya yang bagus, atau yang lain?
Ahsanu taqwim dalam ayat ini maksudnya adalah perilaku, perjalanan hidup, kesediaan menerima hidayah Allah dan melaksanakan syari’at Allah secara utuh. Hal ini ditegaskan pada ayat Al-Baqarah, 2: 208,
“Wahai kaum mukmin, ikutilah syari’at Islam itu seluruhnya…”
Pertanyaannya ialah, mengapa kondisi aman hilang dari bumi yang penuh berkah ini? Kesalahan apa yang kalian perbuat sehingga rasa aman jauh dari diri kalian, sedangkan permusuhan dan pertentangan terus berjalan? Begitupula rasa galau, takut dan kematian selalu mencekam kalian dari segenap penjuru dan setiap saat di setiap tempat di negeri kalian ini. Kita memohon kepada Allah, mudah-mudahan segala macam bencana ini segera Allah jauhkan dari kalian dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Akan tetapi apa syarat-syaratnya yang harus kalian penuhi untuk mendapatkan kembali rasa aman itu?
Pertama, kalian harus menjadikan jihad di jalan Allah sebagai prioritas dalam hidup kalian, dan bukan mengejar kesenangan dunia. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika kalian sibuk dengan jual beli sistem riba dan kalian lebih mengutamakan usaha-usaha peternakan serta pertanian, lalu kalian tinggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpakan kehinaan terus-menerus kepada kalian. Kehinaan itu tidak akan bisa hilang sebelum kalian benar-benar kembali kepada agama kalian.” [HR Ahmad dan Abu Dawud]
Dalam kaitan ini saya ingin mengingatkan kalian berkenaan dengan firman Allah:
“Orang-orang munafik berkata kepada kaum mukmin: “Jika kita kembali ke Madinah, niscaya tokoh-tokoh yang terhormat di Madinah akan mengusir kaum Muhajirin yang hina itu.” Kehormatan itu milik Allah, milik Rasul-Nya, dan milik orang-orang mukmin. Akan tetapi orang-orang munafik itu tidak pernah memahami kehormatan yang hakiki.” [Al-Munafiqun, 63: 8]
Pada ayat ini ditegaskan bahwa kemuliaan itu hanya menjadi hak Allah, RasulNya dan kaum mukmin.
Namun pertanyaannya sekarang ialah, mengapa kita tidak hidup dalam kemuliaan? Mengaapa kita hidup dalam kehinaan dan kemiskinan? Apa jawaban yang kita berikan terhadap pertanyaan ini? Jawabannya termaktub pada Ali ‘Imran, 3: 112,
“Kaum Yahudi mengalami nasib hina di mana pun mereka berada. Mereka hanya dapat selamat dari kehinaan, jika mereka mau mengikuti Islam dan menjalin persaudaraan sesama manusia dengan baik. Kaum Yahudi patut mendapatkan kehinaan dari Allah dan merasakan penderitaan. Hal yang demikian itu karena mereka sejak dahulu ingkar kepada Taurat dan Injil. Mereka juga membunuh nabi-nabi mereka dengan dalih yang tidak benar. Mereka suka berbuat durhaka kepada Allah dan biasa melanggar syari’at Allah.”
Kita kaum muslimin, pada hari ini seakan terputus hubungan dengan Allah dan Al-Qur’an serta Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita tidak lagi peduli terhadap penerapan syari’ah Allah, pengaturan sistem sosial dan politik berdasarkan agama Allah yang lurus. Karena itu, apa hasil yang kita tuai dari perbuatan kita ini?
Pada hari ini kita hidup di bawah naungan kehinaan, kemiskinan, ketakutan, lemah mental, hidup serba sulit, hilang kewibawaan, kekuasaan, sehingga kita menjadi takut kepada musuh-musuh Islam. Bahkan menyampaikan risalah Islam secara terus terang, baik dengan lisan maupun tulisan tidak berani. Orang-orang awam bertanya-tanya, apa solusi untuk menyelesaikan problem-problem kita sekarang, karena ternyata para ulama di dunia Islam bungkam seribu bahasa, bahkan sebagian ulama lebih suka menjadi corong penguasa atau kerajaan yang kalian kenal dengan Ulama Sulthan.
Kedua, kehinaan dan kemiskinan yang menimpa diri kaum muslimin, dan perpecahan dalam barisan jihad merupakan sebab kelemahan kaum muslimin. Padahal Allah memerintahkan kita untuk membangun kekuatan dalam satu barisan, sebagaimana firman Allah Swt:
“Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berperang untuk membela agama Allah dalam satu barisan, seolah-olah mereka itu sebuah bangunan yang berdiri kokoh.” [Ash-Shaff, 61: 4]
Semoga kalian dirahmati Allah, dan semoga kalian sukses dalam meraih kemenangan di medan jihad kalian hari ini dalam menghadapi musuh-musuh Allah, Rasul-Nya dan segenap kaum mukmin.
Di negeri kalian yang penuh berkah ini, kewajiban utama kalian sekarang adalah membentuk satu barisan perjuangan. Kalian semua, terutama para ulama kalian harus melaksanakan kewajiban ini secepatnya, agar kalian meraih kemenangan dari Allah.
Ketiga, kalian sangat membutuhkan senjata dan makanan bagi milisi-milisi kalian. Akan tetapi dari mana uang untuk membeli senjata dan makanan bila kalian sendiri tidak mau mengeluarkan infaq dari harta kalian? Kaum muslimin yang mempunyai harta tetapi kikir untuk mendermakannya di jalan Allah, Allah kelompokkan mereka dalam golongan kafir.
“Wahai kaum mukmin, keluarkanlah derma dari sebagian harta yang Kami berikan kepada kalian sebelum datang hari kiamat. Pada hari kiamat tidak ada lagi tebusan dosa. Tidak ada teman yang dapat menolong orang-orang kafir, dan bagi mereka tidak ada pertolongan dari Allah. Orang-orang kafir itu benar-benar merugikan diri mereka sendiri.” [Al-Baqarah, 2: 254]
''SEMOGA ALLAH MEMBERI KITA RAHMAT DAN DI BERIKAN RUH JIHAD, KEPADA KITA SEMUA ''
Amiiinn....
berikut ini beberapa senjata rampasan perang yang di dapat, dalam melaksanankan operasi ''BLACK LION''
itu tadi beberapa senjata rampasan perang.....yang di dapat dalam pertempuran yang sengit dimana mujahidin di hadapkan dengan kurang lebih 1000 tentara dan 500 tank...
''THANKS ''




Komentar
Posting Komentar